Back

Tahap-Tahap dalam Melakukan Penelitian Kuantitatif

Forum Akademik- Tahap-tahap dalam penelitian ilmiah merupakan pedoman peneliti untuk melakukan penelitian dengan cara yang benar. Peneliti tidak dapat melakukan penelitian hanya dengan cara mengumpulkan data dan menganalisisnya, tetapi penelitian harus berawal dari penemuan permasalahan dan berlanjut kepada tahap-tahap selanjutnya.

Secara umum penelitian harus memenuhi langkah-langkah antara lain:

  1. Masalah/pertanyaan penelitian
  2. Telaah teoritis
  3. Pengujian fakta, dan
  4. Kesimpulan (Indriantoro dan Supomo, 1999)

 

Tahap-tahap ini umumnya berlaku untuk pendekatan penelitian kuantitatif. Tahap penelitian berikut ini memperjelas tahap-tahap penelitian kuantitatif yang merujuk kepada modifikasi proses penelitian Tuckman (Sugiyono, 2002). Tahap penelitian kuantitatif merupakan proses yang linear, seperti terlihat pada Tabel berikut ini:

Pendekatan kuantitatif seperti penjelasan di atas mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variable masing-masing. Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Juga, pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya (Sarwono, 2003).

Tahap penelitian yang diuraikan dalam tulisan ini adalah sebuah alternatif. Artinya, tahapan di dalam proses penelitian bisa berbeda-beda tergantung pada jenis kegiatan maupun tata urutannya, dan juga permasalahan yang diangkat. Pada umumnya suatu penelitian dapat diperinci dalam delapan tahap yang satu sama lainnya saling bergantungan dan berhubungan. Dengan kata lain masing-masing tahap mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tahaptahap yang lain. Tabel sebelumnya memperlihatkan tahap-tahap dalam proses penelitian. Masing-masing tahap tersebut akan dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

 

Identifikasi, Pemilihan, dan Perumusan Masalah

Suatu penelitian haruslah dimulai dari suatu masalah. Masalah itu sendiri secara definitif merupakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dan memerlukan jalan keluar untuk memecahkannya. Peneliti dalam hal ini harus menjelaskan latar belakang mengapa masalah itu harus diteliti. Kegiatan lainnya dalam tahap pertama ini adalah menetapkan tujuan dan kegunaan penelitian.

 

Studi Pustaka dan Merumuskan Hipotesa

Landasan teori dalam penelitian berfungsi untuk memperkuat kerangka penelitian dan beberapa kesimpulan sementara atas permasalahan (hipotesis). Hipotesis merupakan jawaban sementara atas masalah yang merupakan pertanyaan dalam penelitian, yang harus diuji benar atau tidaknya dengan suatu penelitian. Namun perlu diperhatikan bahwa hipotesa harus didasarkan atas logika, teori dan rasionalitas atau hasil penelitian sebelumnya. Suatu hipotesa akan memberikan petunjuk mengenai macam data dan teknik yang diperlukan bagi analis. Ini berarti bahwa hipotesa dirumuskan sebelum kegiatan pengumpulan data bagi proyek penelitian dimulai.

 

Identifikasi, Klasifikasi, dan Definisi Operasionalnya

Berdasarkan beberapa teori yang diungkapkan, maka dapat dikembangkan sejumlah variabel ataui indikator yang dapat diamati dalam penelitian. Sedangkan definisi operasional merupakan pernyataan mengenai masalah atau variabel yang akan dicari untuk dapat ditemukan dalam penelitian didunia nyata atau dilapangan yang dapat dialami. Variabel yang didefinisikan itu harus diambil dari rumusan masalah dan hipotesa. Jenis definisi variabel dapat berbentuk definisi formal (menurut kamus) dan definisi operasional (dibuat sendiri).

 

Penyusunan Rancangan Penelitian

Rancangan eksperimen yang digunakan tergantung dari metode penelitian yang akan digunakan dan atau hipotesis yang akan diuji serta variabel yang akan diamati.

 

Desain Sampling

Apabila penelitian itu menggunakan hipotesa, maka peneliti harus dapat menentukan jumlah populasi yang menjadi sasaran peneltian, yaitu sejumlah subjek yang dapat atau tidak dapat diketahui. Jika hanya sedikit subjek yang diambil dan mewakili dari keseluruhan populasi maka disebut sampling.

 

Penentuan Jenis dan Metode Pengumpulan Data

Proses berikutnya setelah peneliti menetapkan populasi dan sampel adalah mengumpulkan data-data. Namun, sebelumnya peneliti terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh data, terlebih dahulu ditetapkan dengan apa atau bagaimana data itu diperoleh atau dikumpulkan. Peneliti dapat memutuskan untuk menggunakan instrumen mana yang tepat sesuai dengan jenis peneltiannya.

 

Analisis data

Data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen kemudian di analisa sesuai dengan masalah, hipotesa, skala pengukuran, banyaknya variabel, dan tujuan penelitian.

 

Membuat Laporan Hasil Penelitian

Tahap terakhir dari proses penelitian adalah menyusun laporan penelitian. Laporan penelitian merupakan laporan ilmiah, untuk itu maka harus dibuat secara sistimatis dan logis pada setiap bagian, sehingga pembaca mudah memahami langkah-langkah yang sudah ditempuh dalam penelitian, dan hasilnya.

 

Sumber : Hermawan, Sigit & Amirullah. (2016). Metode Penelitian Bisnis, Pendekatan Kuantitatif & Kualitatif. Media Nusa Creative: Malang.