Forum Akademik – Tabel frekuensi jawaban responden adalah ringkasan data kuesioner yang menyajikan seberapa banyak (frekuensi) responden memilih tiap kategori jawaban yang tersedia pada suatu item pertanyaan. Intinya, tabel ini mengubah data mentah hasil kuesioner (jawaban per individu) menjadi bentuk yang terstruktur dan mudah dibaca, sehingga peneliti langsung bisa melihat pola kecenderungan jawaban.
Selain itu, dengan adanya tabel ini dapat memudahkan pembaca untuk memahami data-data hasil penelitian. Karena, fungsi utama dari tabel ini adalah sebagai berikut:
-
Merekap data mentah
-
Daripada membaca 300 lembar kuesioner satu per satu, tabel ini langsung memberi tahu berapa orang jawab Setuju, berapa yang Tidak Setuju, dll.
-
-
Menunjukkan distribusi jawaban
-
Bisa terlihat apakah jawaban responden cenderung menyebar atau mengumpul pada satu kategori tertentu.
-
-
Mempermudah analisis lanjutan
-
Dari tabel frekuensi, peneliti bisa menghitung persentase, skor rata-rata (mean), bahkan menjadi dasar untuk uji statistik berikutnya.
-
Dalam suatu penelitian, tabel frekuensi jawaban responden biasanya masuk dalam analisis deskriptif. Tabel ini mampu memberikan jawaban atas pertanyaan: “Bagaimana distribusi responden terhadap setiap item pernyataan?”. Hasilnya bisa divisualisasikan dalam diagram batang atau pie chart hingga dalam bentuk tabel (yang lebih umum digunakan) untuk memperkuat interpretasi.
Tabel frekuensi jawaban responden adalah alat ringkas untuk menggambarkan sebaran pilihan responden pada instrumen kuesioner, sehingga peneliti dapat memahami kecenderungan data sebelum masuk ke tahap analisis statistik lebih lanjut.
Contoh Kasus
Sebagai contoh, seorang peneliti ingin melakukan rekap pada salah satu variabel (sebut saja variabel SMK) yang terdiri dari 10 item pernyataan kuesioner yang menggunakan skala likert 1-5. Adapun data yang ia miliki dari jawaban responden dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Jawaban Responden dengan SPSS
Buka program SPSS, selanjutnya klik variable view, pada bagian ini kita diminta untuk mengisi properti variabel (dalam konteks ini bisa dimaknai sebagai item pernyataan kuesioner). Adapun pengisian properti variabel tersebut dapat mengikuti ketentuan berikut ini.

Kemudian, lakukan pengisian nilai value (pada tab Values masih di bagian Variabel View) sesuai dengan skoring Skala Likert yang dimiliki misal 5 untuk Sangat Setuju hingga 1 untuk Sangat Tidak Setuju seperti gambar dibawah ini.

Lakukan hal yang sama untuk semua variabel (dari SMK1 – SMK10), tidak perlu diinput manual kembali satu-satu, cukup klik kanan dan copy pada bagian SMK1 yang sudah dimasukkan value nya, kemudian paste pada variabel SMK2 – SMK10.

Dengan demikian, tampilan dari bagian Variable View secara keseluruhan adalah sebagai berikut.

Selanjutnya, klik Data View, maka akan muncul 10 nama variabel dari SMK1 – SMK10. Langkah selanjutnya copy paste data jawaban responden dari Excel ke dalam SPSS.

Kemudian, pilih menu Analyze dari menu utama (bar paling atas) > klik Descriptive Statistics > dan kemudian klik Frequencies

Setelahnya akan muncul kotak dialog dengan nama “Frequencies“, selanjutnya silahkan masukkan semua variabel (SMK1 – SMK10) ke kotak Variable (s). Kemudian, berikan tanda centang (V) pada Display frequency table > klik ok.

Voila, jadi sudah tabel frekuensi jawaban responden dengan output spss secara default seperti gambar berikut ini.
Penjelasan : tabel output Statistics diatas memberikan informasi tentang jumlah responden yang dalam hal ini adalah 30 responden (N = 30). Mengingat keseluruhan responden diproses dalam analisisi ini (artinya tidak ada data yang dikeluarkan) maka missing bernilai 0.

Penjelasan : output inilah yang disebut dengan tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan tabel output diatas (diambil salah satu contoh tabel output SMK1), diketahui bahwa jawaban sangat tidak setuju adalah 1 atau 3.3% hingga jawaban sangat setuju adalah 20 atau 66.7%. Dengan demikian dapat secara sederhana dimaknai jika dari 30 responden penelitian, terdapat 20 responden yang menjawab sangat setuju pada item yang diberi nama SMK1 ini.
Data mentah (output spss) ini selanjutnya bisa diubah dalam bentuk tabel yang lebih informatif dengan menggabungkan semua item (SMK1 – SMK10) dalam satu tabel yang kemudian dapat diinterpretasi mendalam (lihat contohnya disini).
Demikian pembahasan kita terkait “Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Jawaban Responden dengan SPSS untuk Bab 4”, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan