Forum Akademik – Setelah kita mendapatkan hasil regresi, langkah selanjutnya melakukan evaluasi hasil regresi yang telah kita lakukan. Evaluasi hasil regresi meliputi : 

Penilaian seberapa baik (goodness of fit) model regresi menjelaskan variasi variabel dependen melalui koefisien determinasi

Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa baik garis regresi sesuai dengan data aktualnya (goodness of fit). Koefisien determinasi ini mengukur prosentase total variasi variabel dependen Y yang dijelaskan oleh variabel independen di dalam garis regresi. Nilai koefisien determinasi merupakan suatu ukuran yang menunjukkan besar sumbangan dari variabel penjelas terhadap variabel respon. Pada output hasil SPSS, koefisien determinasi terbagi menjadi dua yaitu R Square dan Adjusted R Square.

Lalu apa bedanya R Square dan Adjusted R Square? (baca selengkapnya disini!)

Uji kelayakan model dengan uji signifikansi pengaruh semua variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen (overall fit) melalui uji F

Uji F digunakan untuk mengevaluasi pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen atau merupakan uji signifikansi model regresi. Uji F ini dijelaskan dengan menggunakan analisis varian (analysis of variance = ANOVA). Uji kelayakan model (uji F / overall fit) dalam regresi berarti kita ingin tahu apakah semua variabel independen (X1, X2, X3, dst.) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y)? Uji F = cek kelayakan model secara keseluruhan, bukan per variabel. Kalau hasilnya signifikan berarti model bisa dipakai untuk analisis lebih lanjut.

Uji signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individu (significance test) melalui uji t

Uji t ini digunakan untuk membuktikan apakah variabel independen secara individu mempengaruhi variabel dependen. Di dalam melakukan uji t ini seorang peneliti harus menentukan apakah menggunakan uji satu sisi atau uji dua sisi. Uji hipotesis satu sisi dipilih jika kita mempunyai dasar teori atau dugaan yang kuat dan sebaliknya uji dua sisi dipilih peneliti jika peneliti tidak mempunyai landasan teori atau dugaan awal yang kuat. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *