Menulis sitasi didalam teks sama halnya dengan mengakui sumber bacaan yang digunakan. Seluruh referensi yang digunakan tersebut  kemudian ditulis dalam Daftar Pustaka. Style dari The American Psychological Association (APA) sangat popular digunakan sebagai acuan untuk menulis Daftar Pustaka berdasarkan system nama pengarang dan tahun penerbitan. Penjelasan mengenai penggunaan APA Referencing Style dibuku ini dapat dilihat pula di website resmi style APA di https://www.apastyle.org yang terdiri dari tutorial, blog, dan tanya jawab.

Penggunaan Referensi dalam Teks

Penulis perlu mencantumkan sumber bacaan yang digunakan di artikelnya, misalnya pada saat menampilkan kalimat dalam kutipan atau menggunakan ide penulis lain yang telah diparafrasa. Contoh dari penggunaan sitasi dalam kalimat beserta aturannya adalah sebagai berikut :

Bila mencantumkan nama pengarang dalam kalimat atau di akhir kalimat, tahun penerbitan harus ditulis didalam kurung setelah nama akhir pengarang.

Contoh :

  1. Muliana (2016) melakukan penelitian mengenai dampak dari …
  2. Hasil penelitian membuktikan adanya hubungan positif antarvariabel (Muliana, 2016)
  3. APA tidak mewajibkan penulisan nomor halaman dimana sumber tulisan dikutip bila pengutip dilakukan dengan parafrasa, kecuali pengutip dilakukan secara langsung atau dengan kata/kalimat yang persis sama dengan sumbernya. Apabila kata atau kalimat yang dikutip secara langsung tersebut jumlah katanya tidak lebih dari 40 kata, kutipan harus diberikan tanda kutip dua dan tahun publikasi ditulis di dalam kurung.

Contoh :

  1. Muliana (2016) menunjukkan bahwa hasil penelitiannya merupakan “anomali statistik�? (p. 120) yang akan berdampak pada …
  2. Hubungan yang ditemukan tersebut bersifat “anomali statistik�? (Muliana, 2016, p. 120).
  3. Bila jumlah kata kutipan lebih dari 40, kutipan harus ditulis dengan spasi ganda dan miring menjorok (1,3 cm atau 5 ketukan) tanpa tanda kutip dua.

Contoh :

Muliana (2016) menyampaikan bahwa :

 

Bila sebuah penelitian kuantitatif sama dilaksanakan di masa yang akan dating, maka harus dilakukan pengendalian yang sangat baik untuk memastikan bahwa anomali statisik tidak akan terjadi melalui mekanisme metodologis sedemikian rupa melalui penyimpanan dan pemrosesan data secara aman serta layak. (p. 88)

Bila penulis menggunakan lebih dari satu sumber bacaan untuk menulis suatu kalimat di draf artikel, sitasi dapat dicantumkan dengan menggunakan tanda koma maupun titik koma untuk memisahkan tiap-tiap sitasi.

Contoh:

Sumber bacaan dan pengarang yang berbeda :

… dan juga beberapa penelitian sebelumnya telah memberikan hasil yang sama (Sandra, 2018; Samantha, 2019).

Sumber bacaan berbeda, tetapi pengarang sama :

Hasil tersebut menunjukkan bahwa … (Smith, 2010, 2014)

 

Menulis Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi sumber bacaan yang disitasi pada artikel yang telah ditulis. Seluruh sumber bacaan yang ditulis pada daftar pustaka sebaiknya dicantumkan secara urut abjad sesuai nama akhir penulis. Daftar pustaka berbeda dengan bibliografi karena bibliografi mencantumkan juga sumber bacaan yang tidak disitasi pada artikel. Penulisan tiap sumber bacaan dibaris kedua dan berikutnya sebaiknya menjorok (1,3 cm atau lima ketukan). Judul buku, jurnal, video atau sumber informasi lainnya harus ditulis miring. Judul artikel atau bab dalam buku tidak perlu dimiringkan atau diberi tanda kutip dua. Nomor volume jurnal harus dimiringkan, tetapi nomor terbitan (issue) tidak miring. Selanjutnya penggunaan huruf kapital berdasarkan style APA diatur sebagai berikut :

Judul buku : Huruf kapital digunakan di hruf pertama kata pertama dari judul buku dan huruf pertama kata pertama setelah titik dua. Contoh:

  1. Akuntansi keuangan berdasarkan PSAK terbaru.
  2. Akuntansi keuangan : Perspektif IFRS

Judul artikel jurnal, bab atau bagian tertentu dari buku: Huruf kapital digunakan di hruf pertama kata pertama dan huruf pertama kata pertama setelah titik dua. Contoh:

  1. Pengaruh tata kelola korporat pada kinerja lingkungan perusahaan
  2. Pengaruh tata kelola korporat pada kinerja lingkungan perusahaan : Perbandingan antara Indonesia dan Australia

Pada saat menggunakan referensi dari sumber elektronik, style APA menyarankan agar penulisan di daftar pustaka perlu ditambahkan pula informasi mengenai lokasi sumber bacaan tersebut, seperti DOI (Digital Object Identifier) yang ditulis di bagian terakhir. DOI biasanya ada pada sumber bacaan seperti buku dan artikel jurnal. Bila informasi DOI tersedia, maka informasi lain terkait sumber tersebut sudah tidak perlu lagi disebutkan. Bila DOI tidak tersedia, tulisakan URL dari sumber bacaan yang digunakan.

Selanjutnya, gunakan keterangan “diambil dari” (retrived from) untuk menunjukkan sumber bacaan dari URL secara langsung. Tambahkan informasi mengenai tanggal pada saat informasi diunduh dari URL bila website sumber informasi memiliki kemungkinan perubahan konten di masa mendatang. Pastikan URL ditulis tanpa garis bawah dan huruf berwarna hitam. Contoh :

Nora, S. (2016, February 28). How to train a dog for a circus (Video file). Retrived from https://youtube.com/watch?v=Vja38LKXZQZs

Perlu diperhatikan bahwa penggunaan sumber bacaan tanpa ada informasi mengenai penulis atau tanggal penerbitan harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena sebaiknya artikel akademik mengambil referensi dari sumber yang kredibel atau dapat dipertanggungjawabkan.